Kelompok garis keras Sri Lanka serukan boikot sistem halal



srilanka halal

Wartawan BBC Charles Haviland di Kolombo mengatakan timnya mendapat ancaman




Sebuah kelompok Buddha Sinhala garis keras baru di Sri Lanka menyerukan dihapusnya sistem sertifikasi halal Muslim untuk makanan dan benda-benda lainnya.


Bodu Bala Sena, atau Pasukan Kekuatan Buddha, juga mengatakan agen-agen propaganda agama asing harus meninggalkan negara itu dalam waktu satu bulan.


Ribuan pendukung kelompok ini mengikuti aksi unjuk rasa di ibukota Kolombo.


Seruan itu datang di tengah meningkatnya ketegangan agama di Sri Lanka.


Ada beberapa serangan pada masjid dan usaha-usaha milik Muslim serta gereja Kristen dan para pendetanya, seperti dilaporkan wartawan BBC Charles Haviland dari Kolombo.



Ribuan pria dan wanita memenuhi lapangan tempat unjuk rasa berlangsung dan jalan-jalan di sekitarnya di Maharagama untuk mendengar pidato-pidato nasionalis oleh para pendeta kelompok itu.


Para pemimpin menyerukan boikot terhadap daging halal dan meminta toko-toko menghabiskan stok daging halal mereka paling lambat bulan April, seperti dilaporkan kantor berita AFP.


Aktivis muda kelompok tersebut mengenakan kaos oblong mengecam metode halal Muslim dengan cara menyembelih hewan untuk dimakan.


Sekjen kelompok, Venerable Galaboda Anththe Gnanasara, mengatakan pada massa bahwa "hanya pendeta yang dapat menyelamatkan ras ini," merujuk pada Sinhala.


Ia mengklaim bahwa ekstrimis Kristen dan Muslim mengancam pemeluk agama Buddha dan mengatakan ratusan pendeta siap bertempur.


"Negara kita adalah negara Sinhala dan kita adalah polisi tidak resmi," kata dia.


Kelompok ini menolak disebut anti minoritas dan menolak segala kaitan antara mereka dengan serangan terhadap umat Muslim dan Kristen baru-baru ini.


Tapi seorang anggota kelompok, Dilanthe Withanage, menuduh negara-negara tanpa nama "membiayai fundamentalis Kristen dan Muslim" di Sri Lanka.


Baik Muslim dan Kristen menolak tuduhan mempromosikan ekstremisme di Sri Lanka, kata wartawan BBC.


Presiden Mahinda Rajapakse meminta para pendeta untuk tidak memercikkan kebencian dan kekerasan agama, tapi seorang politisi oposisi mengatakan pada BBC bahwa "situasi ini sangat buruk."


"Kapan saja, kerusuhan etnis akan pecah antara Sinhala dan Muslim," kata Mujeebur Rahuman dari Partai Nasional Bersatu yang merupakan oposisi pemerintah.


"Mereka kini bekerja dengan bebas. Tidak ada seorang pun yang berbicara mengenai organisasi ini dan pemerintah tidak berusaha menghentikan aktivitas mereka."


Kelompok Sinhala Buddha merupakan tiga perempat dari 20 juta populasi Sri Lanka.


Muslim mencakup 10% dari populasi dan tidak memiliki hubungan baik dengan mayoritas Sinhala.


You're reading an article about
Kelompok garis keras Sri Lanka serukan boikot sistem halal
This article
Kelompok garis keras Sri Lanka serukan boikot sistem halal
can be opened in url
http://beritakurungan.blogspot.com/2013/02/kelompok-garis-keras-sri-lanka-serukan.html
Kelompok garis keras Sri Lanka serukan boikot sistem halal

Title Post: Kelompok garis keras Sri Lanka serukan boikot sistem halal
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Berita kurungan

Thanks for visiting the blog, If any criticism and suggestions please leave a comment

0 komentar:

Poskan Komentar